Langsung ke konten utama

Tahun 2018

Napak tilas istilahnya. Tahun 2018 akan berlalu, selalu saja kalimat ini ada dikepala :  
            “waktu itu cepet banget ya”
            “time flies so fast” 

Apa saja yang udah dilakukan selama satu tahun ini, peristiwa apa aja yang udah terlewati hingga penghujung akhir ini. Bersyukur, Allah masih ngasih kesempatan diri ini untuk tetap hidup, menggali lagi pahala dan ilmu tentang agamaNya. Terimakasih yaRabb...selalu memberi rahmat dan kasih sayangMu pada diri ini.

Dahulu di penghujung tahun 2017, berdoa meminta kepada Allah untuk bisa mewujudkan mimpi yang satu ini. Semua usaha, pagi-malam, perjuangan untuk mewujudkan mimpi yang satu ini. Awal 2018 menjadi hal yang berat, keikhlasan untuk menerima apakah mimpi itu nanti akan terwujud atau tidak karena semua nya adalah buah usaha, keikhlasan, dan do’a. Takut, capek, lelah, khawatir, semua ada dalam awal bulan di tahun 2018 itu. Project ujian praktikum, ujian ujian dan ujian.

Di tahun 2018 pun Allah kabulkan mimpi itu. Itu masalah. Masalah yang terlewati karena semuanya secara tidak sadar terlewati sendiri. Rintangan apapun belajar untuk diikhlaskan dan dilewati. Namun, ketika kita diberi satu rezeki yang luar biasa, tak lupa dibawa bersama tantangannya. Yaitu, syukur. Membawa diri untuk tidak menjadi kufur, kufur nikmat. Jangan menjadi lemah dengan satu kenikmatan. Itu yang mesti dipertahankan.

Tahun 2018 ini juga dipertemukan dengan banyak manusia baru. Dengan segala pelajaran baru. Dipertemukan dengan peristiwa yang memberi makna banyak. Belajar untuk mandiri ketika (sedikit) jauh dari orangtua. Tahun 2018 diri ini dibuat menjadi seorang pemikir yang lebih keras dari sebelumnya. Menghadapi segala keputusan sendiri. Memikul sesuatu yang lebih besar lagi. Dipertengahan tahun 2018, dibuat juga air mata ini menetes. Awal perjuangan baru dan tantangan baru dimulai. Hingga hari ini pun diri ini akhirnya (selalu mencoba) kuat. Walau terkadang melemah itu ada.

Tahun 2018 ini disadarkan dan diperlihatkan bahwa betapa luasnya manusia-manusia yang lain ini berusaha, berjuang lebih keras dari biasanya untuk sama sama menggapai mimpi. Tahun ini diri ini diajarakan untuk menata hati lebih keras dari biasanya. Diajarkan untuk ikhlas menerima hasil tidak sesuai keinginan. Diajarkan ditempa oleh hal-hal yang masih remeh tetapi terlalu lemah dan tidak ikhlas untuk diterima. Diingatkan kembali bahwa masih ada manusia-manusia yang menyayangi diri ini. Menyemangati diri ini yang mereka pun sedang berjuang di jalannya masing-masing.

Terakhir, terlebihnya 2018 membuat diri ini untuk menjadi pemikir yang lebih keras, sampai tak teringat dan terabaikan tanggal 31 sebagai hari lahir. Tahun ini dibuat lupa, dan dibuat tak peduli dengan itu. Tiada yang lebih baik dari diri ini yang semakin menua? Akankah esok masih disini? Doa yang terbaik dipenghujung tahun ini...semua manusia didunia ini semoga selalu Allah limpahkan rahmat dan lindungan-Nya. Aamiin.

Tak lupa, love myself. Thank to myself.

yang berusaha untuk selalu tetap kuat, kuat menjadi diri sendiri apa adanya. yang berusaha untuk selalu mebanggakan kedua manusia yang terrrr---spesial. yang berusaha untuk tidak mengeluh didepan kedua manusia yang terrr—spesial itu juga. yang berusaha mencoba untuk tidak peduli anggapan lain orang lain yang ‘tidak penting’ untuk didengar. yang berusaha untuk selalu yakin dan semakin yakin dan harus yakin atas segala apa yang sudah Tuhan kasih dan beri. Sehingga itu yang terbaik bagi hambaNya. 

Semoga tahun 2019 memunculkan banyak mimpi mimpi baru dengan kebermanfaatnnya bagi banyak manusia. Aamiin.

“if Allah can turn night into day, then surely Allah can turn the darkness of your life into happiness and properity. Trust in Allah!”



-bogor, 16:44


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerimaan

"Di dunia tipu tipu   Kamu tempat aku bertumpu Baik jahat abu abu Tapi warnamu putih untukku Hanya kamu yang mengerti Gelombang kepala ini Puja puji tanpa kata Mata kita yang bicara Selalu nyaman bersama Janji takkan kemana mana ... Lelucon aneh tiap hari Ku tertawa tanpa tapi Tetaplah seperti ini" Untaian lirik dari lagu yang menguras segala emosi di hati setiap orang yang mendengarkannya dengan khidmat. Lagu ini aku tujukkan kepada keluargaku dan manusia yang masih membersamaiku sampai hari ini. Namun, paling utama lirik lagu ini aku sampaikan untuk diri ku sendiri. Terimakasih teh Yura, untaian lirik ini sangat indah.  Kenapa judul tulisan kali ini adalah  "Penerimaan" ? karena bagian sulit dari kehidupan ini adalah tentang  penerimaan, acceptance.  Tanpa sadar manusia akan selalu mencari cara untuk mendapatkan validasi. " baik jahat abu abu, tapi warnamu putih untukku" Malam ini aku ingin menyampaikan bahwa aku sangat berterimakasih ...

Life is your choice.

Hidup adalah pilihan. Semua orang pasti tau itu dan tanpa kita sadari setiap detik selalu ada pilihan yang kita ambil. Sesederhana mau pake baju apa ya hari ini, termasuk pilihan yang kita ambil. We are here adalah akumulasi dari pilihan-pilihan yang sudah kita ambil sebelumnya and who are we in the next adalah hasil dari pilihan kita hari ini. Sampai hari ini ternyata kita gak sadar udah melewati banyak pilihan hidup, melewati banyak persimpangan jalan, dan berhasil menang dari riuh kepala yang sering berbenturan. Kita sebenarnya bisa menebak kita di masa depan akan seperti apa, ya dengan melihat apa yang kita lakukan dan apa pilihan yang kita ambil hari ini. So, why I think, make a plan is important! Ada kalimat gini kan ya : “Bermimpilah kamu setinggi-tingginya jikalau kalau kamu jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang”, begitulah kukira kalimatnya. Makna nya, kita sebagai manusia memang bukan penentu tapi hanya perencana, jadi kalau ternyata mimpi kita gak sesuai sama apa...

Berjuang

Juni terakhir gua nulis di blog ini dan sekarang udah bulan September. Banyak hal yang gua pengen bagi disini. Setelah gua memasuki awal semester baru dikelas 12 ini. Banyak hal yang perlu gua benahi sama diri gua sendiri. Dari apa yang gua alami dan rasakan. Galau nya gua. Mental gua tentang arti hidup. Terlalu berat mungkin buat obrolin tentang hidup, but itu emang nyata dan harus disadari dan belajar dari hal-hal yang terjadi disekitar. Memasuki awal semester ini dimana gua harus mulai pikirin tujuan gua setelah lulus akan melanjutkan kemana? kuliah dimana? jurusan apa?. Terkadang gua masih suka bertanya sama diri gua sendiri akan jati diri gua. Apa kemampuan gua?. Bayangan untuk masuk perguruan tinggi yang bagus dan jurusan yang terkenal, tapi gua balik lagi sama kemampuan gua.Harus sesuai sama apa yang gua mampu. Berjuang adalah kata yang memang harus ada dalam setiap diri manusia. Berjuang dalam hal apapun untuk tetap bisa struggle sama kehidupan. Berjuang ini adalah salah sa...