Rasanya selalu menyepi dan menepi sendiri. Beban terasa semakin menumpuk di pundak untuk dipikul oleh diri sendiri. Rasanya jalan untuk bercerita tidak layak untuk ku tumpahkan lagi kepada orang lain. Apa yang ku tumpahkan rasanya hanya menjadi tambahan beban bagi orang yang mendengarkannya. Terkadang, ketika ingin menghiraukan itu aku sadar bahwasanya diri ini terlalu lemah untuk menampung semua yang dirasa itu. Takut, sedih, bingung, kesepian, kosong, hampa.... Raga yang berdiri disini selalu berupaya untuk menambah rasa kuatnya agar mampu menopang semua rasa yang selalu hilir mudik berganti. Setiap malam angin selalu berusaha untuk menggoyahkan, selalu berupaya mengusik apa yang sedang dikuatkan. Jujur, tidak kuat. Angin terlalu kuat untuk meruntuhkan kuatnya raga yang sedang diusahakan untuk tetap kuat. Kesepian yang hadir semakin membuat diri ini berteman dengan angin malam dan berdendang bersama dengan tangisan tanpa alasan. Apakah itu tangisan karena haru kesepian? Semua ora...
Tempat kembali bercerita.