...
Tetaplah seperti ini"
Untaian lirik dari lagu yang menguras segala emosi di
hati setiap orang yang mendengarkannya dengan khidmat. Lagu ini aku tujukkan
kepada keluargaku dan manusia yang masih membersamaiku sampai hari ini. Namun,
paling utama lirik lagu ini aku sampaikan untuk diri ku sendiri. Terimakasih
teh Yura, untaian lirik ini sangat indah.
Kenapa judul tulisan kali ini adalah "Penerimaan"?
karena bagian sulit dari kehidupan ini adalah tentang penerimaan,
acceptance. Tanpa sadar manusia akan selalu mencari cara untuk
mendapatkan validasi.
"baik jahat abu abu, tapi warnamu putih
untukku"
Malam ini aku ingin menyampaikan bahwa aku sangat
berterimakasih kepada mereka yang senantiasa ada bukan karena pencapaian yang
telah aku raih. Tetapi ada karena semua proses yang aku lalui. Kita tidak akan
pernah bisa lepas dari ekspetasi. Rasa khawatir bahwa aku tidak bisa
menyempurnakan ekspetasi orang-orang disekitarku muncul saat aku merasa gagal.
Bahkan aku mengenyampingkan perasaan "apakah aku baik baik saja disaat
aku merasa gagal dengan diriku?" tapi pikiranku melalang buana
menjadi "apakah kalian tidak apa apa tetap disini bersamaku yang
gagal ini?" . Semua jawaban itu tidak hanya datang dari sebuah
kalimat saja, tetapi bertransformasi dalam segala bentuk kehadiran sampai saat
ini.
"hanya
kamu yang mengerti gelombang kepala ini"
Gelombang
kepala ini tidak memiliki runut waktu kapan ia pasang maupun kapan ia surut. Terimakasih
masih bertahan berdiri di sudut bibir pantai menghadapi pasang dan surut
gelombang kepala ini. Kadangkala pun aku ingin menyerah menghadapi pusaran
gelombang yang aku miliki sendiri. Maaf kalau rasanya melelahkan diterpa
gelombang yang selalu berdatangan dari diriku. Semoga kedepannya aku bisa
merunutkan gelombang ini lebih baik lagi, kapan ia harus pasang dan kapan ia
harus surut.
"lelucon aneh tiap hari, ku tertawa tanpa tapi"
Tugas kita adalah bertahan, tidak semua perlu ada
jawabannya hari ini, ya all we need to do is hang on and stay
alive kalau kata mas Pandji. Semua orang tidak pernah meminta hadir di
dunia ini dalam kondisi yang ia minta. We are here pasti ada
sebuah alasan yang mungkin jawaban sekarang itu hanya : percaya.
Percaya kita bisa menyelesaikan perjalanan ini dengan baik. Kalau belum bisa
mengjangkau hal jauh, coba tengok yang dekat yang mungkin kasat mata, you
will find your happiness in the smallest things you get. Thank you for always being a
part of the little happiness that I get...
"janji
takkan kemana mana"
Hal
ini aku paling utamakan untuk diriku. Janji ya jangan sampai kehilangan diri
sendiri, you are so precious to yourself until whenever it is. Aku
tau kamu tidak akan menyerah mau sampai diujung jalan yang mungkin tidak ada
persimpangannya sekalipun. People come and go, aku berusaha untuk
tidak berekspetasi kalian akan selalu ada disini, tapi semua itu akan selalu
terjawab dengan waktu. Sampai hari ini terimakasih sudah tidak kemana
mana.
Komentar
Posting Komentar