Langsung ke konten utama

Kejujuran

Hari ini gua mau bahas uneg-uneg yang ada dipikiran gua yang mungkin hal yang udah ga asing lagi.
Kejujuran.

Entah gua jadi takut sama perubahan dunia yang akan datang nantinya. Gimana masyarakatnya. Makin indvidualistis nggak ya? makin tetep terkenal dengan keramahtamahannya nggak ya?
Satu hal yan gua takutin ketemu orang banyak adalah dari sisi dia dapat dipercaya atau nggak. Gua sebagai pelajar masih miris sama yang namanya krisis kejujuran itu.
Wait.

Sebelum gua lanjut perlu digarisbawahi bahwa gua menulis disini adalah tumpahan dari pikiran gua aja gaada niat menggurui dan paling bener diantara semuanya :)

Gua tipe orang yang melankolis, identik dengan perfeksionisnya. Idealis juga.
Bahas masalah ujian dengan keterkaitan kejujuran. Udah hal biasa si, ngga aneh, mungkin udah jadi "budaya". Cuma ini adalah pengalaman ujian gua pertama yang kayak gini. Ujian bersama. Ini bukan ujian harian tapi ujian tengah semester. Gua masih bodoamat sama yang masih suka nanya-nanya ketemen pas ujian itu. Tapi ujian hari ini itu Ujian bersama. Kronologis nya lu yang harusnya duduk terpisah jauh malah duduk sama temen lu dan ngerjain bersama, searching jawabannya. Faktor karena pengawas yang emang kesannya 'membiarkan'.
Gua bingung kenapa bisa sampai melakukan hal tersebut?
Mata ujian nya pun hanya 'mulok'
Bukan eksak.
Tapi dengan kebebasan pengawas mereka mengerjakan bersama, searching, tujuan nya cuma biar ga diremedial. Pelajaran mulok yang ini materi nya emang kudu cari sendiri. Bagi gua, gua udah berusaha mencari dan mempelajari materi tersebut dan hasilnya adalah kemampuan gua dalam memahami materi tersebut. Gua udah gapeduli sama apa yang terjadi saat itu. Gua merasa........entahlah....gua harus tetep sama pendirian gua.
Satu hal yang gua sayangkan adalah 'pengawas'. Tujuan ujian ada pengawas untuk mengawasi kita dalam ujian yang dikerjakan sendiri. Gua gamau menyalahkan mereka, gua gamau sebel, kesel sama mereka. Gua pernah ko ujian nanya. Ujian harian gua searching. Mungkin konteks disinin karena mereka melakukan saat ujian tengah semester.
Gua berfikir gini mungkin karena sistem pendidikan yang dilihat itu ditentukan hanya dengan sebuah ujian yang menghasilkan sebuah angka. Ini terkadang menekan siswa dalam mendapat angka yang tinggi. Proses yang dilalui, sikap kita saat disekolah padahal udah jelas. Siswa harus berusaha diakhir untuk bisa mendapat angka itu. Tapi ya......kebayang nggak sih kalau anak Indonesia memiliki jiwa kejujuran yang tinggi pasti Indonesia maju. Ga cuma anak Indonesia tapi warganya. Gimana ngga makmur coba, gaada yang korupsi, bebas dari KKN. Satu hal yang dapat mengubah dunia. Pasti deh semua nya mau belajar buat dapet ilmu bukan sekedar angka.
Lulus SD mau masuk SMP dilihat dari angka yang diperoleh Ujian Nasional padahal banyak faktor yang bisa buat nilai UN kita nggak sesuai yang diharapkan, bisa aja kita tiba-tiba kurang vit tapi karena ini UN yang males banget kalau susulan jadinya maksain dan ngerjain nya ga maksimal padahal kita bisa lebih dar itu. Penilaian proses itu sebenernya penghargaan kita dalam tahap menimba ilmu, gimana kita berusaha buat bisa paham.
Gua juga dalam tahap belajar jadi manusia yang mencoba selalu memperbaiki diri.
 Gua ga menyalahkan sistem. Kalau sudah aturan yah tinggal kita bisa menyikapinya tapi dengan hal-hal yang positif. Semoga anak-anak Indonesia bisa terus jaga kejujuran ya! dari hal sekecil apapun :)
YaRabb alirkan terus rahmat dan kasih sayangmu terhadap umat manusia di semesta ini.

-bogor, 15.20

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerimaan

"Di dunia tipu tipu   Kamu tempat aku bertumpu Baik jahat abu abu Tapi warnamu putih untukku Hanya kamu yang mengerti Gelombang kepala ini Puja puji tanpa kata Mata kita yang bicara Selalu nyaman bersama Janji takkan kemana mana ... Lelucon aneh tiap hari Ku tertawa tanpa tapi Tetaplah seperti ini" Untaian lirik dari lagu yang menguras segala emosi di hati setiap orang yang mendengarkannya dengan khidmat. Lagu ini aku tujukkan kepada keluargaku dan manusia yang masih membersamaiku sampai hari ini. Namun, paling utama lirik lagu ini aku sampaikan untuk diri ku sendiri. Terimakasih teh Yura, untaian lirik ini sangat indah.  Kenapa judul tulisan kali ini adalah  "Penerimaan" ? karena bagian sulit dari kehidupan ini adalah tentang  penerimaan, acceptance.  Tanpa sadar manusia akan selalu mencari cara untuk mendapatkan validasi. " baik jahat abu abu, tapi warnamu putih untukku" Malam ini aku ingin menyampaikan bahwa aku sangat berterimakasih ...

Life is your choice.

Hidup adalah pilihan. Semua orang pasti tau itu dan tanpa kita sadari setiap detik selalu ada pilihan yang kita ambil. Sesederhana mau pake baju apa ya hari ini, termasuk pilihan yang kita ambil. We are here adalah akumulasi dari pilihan-pilihan yang sudah kita ambil sebelumnya and who are we in the next adalah hasil dari pilihan kita hari ini. Sampai hari ini ternyata kita gak sadar udah melewati banyak pilihan hidup, melewati banyak persimpangan jalan, dan berhasil menang dari riuh kepala yang sering berbenturan. Kita sebenarnya bisa menebak kita di masa depan akan seperti apa, ya dengan melihat apa yang kita lakukan dan apa pilihan yang kita ambil hari ini. So, why I think, make a plan is important! Ada kalimat gini kan ya : “Bermimpilah kamu setinggi-tingginya jikalau kalau kamu jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang”, begitulah kukira kalimatnya. Makna nya, kita sebagai manusia memang bukan penentu tapi hanya perencana, jadi kalau ternyata mimpi kita gak sesuai sama apa...

Berjuang

Juni terakhir gua nulis di blog ini dan sekarang udah bulan September. Banyak hal yang gua pengen bagi disini. Setelah gua memasuki awal semester baru dikelas 12 ini. Banyak hal yang perlu gua benahi sama diri gua sendiri. Dari apa yang gua alami dan rasakan. Galau nya gua. Mental gua tentang arti hidup. Terlalu berat mungkin buat obrolin tentang hidup, but itu emang nyata dan harus disadari dan belajar dari hal-hal yang terjadi disekitar. Memasuki awal semester ini dimana gua harus mulai pikirin tujuan gua setelah lulus akan melanjutkan kemana? kuliah dimana? jurusan apa?. Terkadang gua masih suka bertanya sama diri gua sendiri akan jati diri gua. Apa kemampuan gua?. Bayangan untuk masuk perguruan tinggi yang bagus dan jurusan yang terkenal, tapi gua balik lagi sama kemampuan gua.Harus sesuai sama apa yang gua mampu. Berjuang adalah kata yang memang harus ada dalam setiap diri manusia. Berjuang dalam hal apapun untuk tetap bisa struggle sama kehidupan. Berjuang ini adalah salah sa...